Dua Hari Yang Amat Sibuk Dan Kritikal

June 30, 2007

Malam ini saya meluangkan masa bagi mengisi kekosongan artikel hari ini. Bukan saya tidak ingat cuma agak sibuk menaiktaraf laman e-Kedai.net : Kedai Buku Online Anda. Laman ini saya bangunkan sejak 2 tahun lepas. Tujuan utama pembangunan laman ini adalah untuk memberikan lebih alternatif kepada para pembaca mendapatkan buku terbaru dan terbaik dengan lebih mudah.

Sejak beberapa lama saya terlibat dalam bisnes menjual buku secara online ini. Sambutannya amat menggalakkan. Masyarakat Malaysia sudah mula membiasakan diri dengan dunia tanpa sempadan ini. Pembelian buku daripada hari kepada hari, bulan kepada bulan, tahun kepada tahun meningkat. Ia menunjukkan perkembangan yang baik kepada dunia perbukuan.

Laman-laman web baru yang menawarkan buku-buku terbaru juga bercambah. Lebih banyak laman lebih banyak produk terbaik ditawarkan dengan harga terbaik. Suasana sebegini memberikan peluang yang baik kepada para penulis, penerbit dan pembaca. Google Book Search suatu platform yang disediakan oleh Google kepada dunia perbukuan dunia sudah mula menjengah ke pasaran Malaysia. Mereka mencara para penerbit bagi menawarkan kerjasama dua hala di antara Google dan penerbit tempatan.

Tidakkah anda terbayang, tajuk buku dan nama anda pada buku terpapar di Google Book Search? Alangkah indahnya pengalaman itu

PS: Laman e-Kedai.net ditutup sementara waktu pada hari Sabtu 30 hb Jun dan Ahad 1 Julai 2007 bagi tujuan menaik taraf laman.

Tulislah Apa Sahaja Walaupun Sampah

June 29, 2007

Para penulis baru selalunya takut hendak memulakan penulisan. Pada pandangan mereka sesuatu penulisan yang terburu-buru akan menghasilkan penulisan dikategorikan sampah. Ini pada pandangan persepsi yang salah. Tulislah walaupun ianya sampah. Mengapa? Tanpa sampah-sampah ini tidak akan terbentuk baja yang memberikan manfaat kepada ummah. Menyuburkan tanaman, memberikan sumber organik kepada tanah dan banyak lagi kebaikannya.

Jadi tulislah apa sahaja yang kita fikir, rasa dan alami. Selepas menulis, barulah kita lihat semula apa yang kita tulis. Kemudian mulakan proses penapisan. Mana yang tidak sesuai dibuang dan mana yang baik dikekalkan. Mantapkan penyelidikan. Suntikkan nilai yang baik dan dapatan daripada hasil penyelidikan kita itu.

InsyaAllah daripada sampah itu, akan keluar sebutir mutiara yang cahayanya menyinari umat. Amiin!

Jangan Jadi Diri Sendiri!

June 28, 2007

Saya amat tertarik membaca satu artikel yang pada pandangan saya amat membumi dengan situasi penulisan sekarang. Artikel ini saya kongsikan di dalam kategori artikel hari ini. Ia ditulis oleh seorang penulis Indonesia. Mari ikuti apa yang ditulis dalam artikel ini 

JANGAN JADI DIRI SENDIRI

Saya yakin bahwa Anda sering mendengar nasihat: “Jadilah dirimu sendiri”.

Entah bagaimana Anda menyikapinya, karena buat saya, itu berarti hidup apa adanya. Menjadi diri sendiri sesuai dengan keadaan, kondisi, sarana, mental dan spiritual seadanya. Dengan kata lain hidup tidak perlu macam-macam, jangan neko-neko. Jadilah orang biasa saja seperti apa adanya kamu sekarang. Bukankah seperti itu pemahamannya?

Atau mungkin juga yang dimaksud pesan tersebut adalah: Menjadi diri sendiri, sesuai dengan karakter serta jiwa yang sudah ada pada diri masing-masing individu. Namun jika memang seperti itu, siapa yang dapat menunjukkan tentang karakter Anda? Siapa yang dapat memberitahu jalan hidup Anda? Siapa yang dapat memperlihatkan masa depan Anda kelak? Bagaimana awal langkah untuk bisa menjadi diri sendiri?

Bertahun-tahun sudah saya jalani untuk menjadi diri sendiri, namun apa yang saya peroleh hanya keraguan, kebimbangan; akan jadi apa saya 5, 10 atau 20 tahun yang akan datang? Mungkin Anda juga termasuk dalam golongan orang-orang yang “belum menjadi diri sendiri”. Kita terbiasa mengerjakan apa yang biasa kita kerjakan, maka kita juga mendapatkan apa yang biasa kita dapatkan. Untuk itu, Lakukan hal yang luar biasa (seperti judul buku karangan Eni Kusuma: “Anda Luar Biasa”), maka Anda akan mendapatkan sesuatu yang luar biasa pula.

Karena manusia hidup, bukan sebagaimana adanya, melainkan bagaimana seharusnya.

Jangan jadi diri sendiri, Jadilah Peniru!

Hal yang menjadi dasar manusia dalam belajar adalah “sifat peniru”. Tuhan memberikan cahaya melalui matahari, manusia menirunya dengan membuat lampu. Tuhan buat hutan, manusia membuat taman. Tuhan tegakkan gunung-gunung sebagai tempat tinggal flora dan fauna, manusia ciptakan gedung-gedung. Tuhan ciptakan lapisan luar dari buah-buahan seperti: pisang, semangka, jeruk, kelapa; sebagai pembungkus yang sangat berkualitas, maka manusia ciptakan plastik. Tuhan ciptakan burung, manusia ciptakan pesawat. Sistim sonar pada lumba-lumba ditiru manusia. Pelukis meniru dari apa yang dilihatnya, dan masih banyak lagi contoh yang membuktikan bahwa kita belajar dengan meniru.

Meniru bukanlah merampok. Jika Anda mengambil tulisan orang lain dan mengakuinya sebagai buah karya Anda (Plagiat), itu merampok; bukan meniru! Jika Anda mengambil ide orang lain, lalu membuatnya sama persis, itu mencuri! Anda bisa saja mengambil mutira dari kerang, lalu menunjukkan pada orang-orang yang tinggal di gunung, dimana mereka tidak pernah tahu tentang laut, kemudian Anda menyatakan bahwa mutiara itu Anda buat sendiri. Mungkin mereka percaya. Tapi sampai kapan? Anda tidak bisa memproduksi mobil memakai nama Anda, dengan meniru desain dari Toyota misalnya, karena orang akan tahu; produk Anda tidak akan laku dan itu menjiplak, bukan meniru! Meniru adalah kegiatan mencontoh dari apa yang kita lihat, rasakan dan pelajari, untuk kemudian diperbaharui. Seiring waktu proses belajar yang Anda jalani, maka akan timbul dan lambat laun tercetak jelas warna dari karakter Anda sendiri.

Sebagai contoh: Sebagai penulis pemula, Anda menulis dengan meniru gaya penulisan, teknik penulisan, format penulisan, bahkan mungkin di tahap awal Anda juga meniru pola pikir penulis idola Anda; bukan menjiplak atau merampok! Sejalan dengan proses belajar menulis tersebut, Anda akan menemukan jiwa yang cocok dalam tehnik menulis, akan Anda temukan nyawa tulisan Anda, dan akan Anda sadari bahwa ternyata Anda beda! Anda luar biasa!

Meniru “Sang Idola”, menggenggam kesuksesan

Saat ini banyak orang yang masih belum tahu, kapan cita-citanya terwujud. Banyak yang belum bisa dan bingung mengenai langkah-langkah yang harus ditempuh untuk meraih tujuannya; lebih parah lagi masih ada orang yang belum tahu mau jadi apa, apa cita-citanya, gelap dengan tujuan hidupnya.

Salah satu hal paling mudah untuk menentukan cita-cita atau tujuan hidupn di masa depan, adalah kesukaan atau kegemaran (hoby). Jika Anda menyukai berdagang, jadilah pedagang yang sukses. Jika kegemaran Anda berkutat dengan komputer, jadilah ahli di bidangnya. Jika Anda  merasa damai dengan melukis, mendesain; jadilah Pelukis atau desainer. Dan jika Anda bangga menulis karena yakin tulisan Anda akan membantu banyak orang, ide Anda dapat dimanifestasikan orang lain meski di suatu saat, dan Anda masih tetap “hidup” meski telah tiada, maka jadilah penulis. Jadilah apa saja yang sesuai dengan kegemaran Anda. Karena orang yang melakukan kegemarannya sekaligus sebagai profesi pekerjaannya, dia akan jauh lebih berhasil dibandingkan orang yang melakukan aktifitas kerja karena terpaksa.

Langkah selanjutnya Anda cukup mencari idola, siapa yang Anda kagumi. Kemudian pelajari hal-hal yang membuat idola Anda tersebut bisa sukses, lalu tirulah! Tiru saja apa-apa yang menjadi langkah keberhasilannya, tiru semangatnya, tiru mental berpikirnya. Jangan buang percuma energi mental Anda  untuk hal yang tidak ada hubungannya dengan tujuan Anda.

Anda akan menemukan bahwa apa-apa yang Anda tiru dan berhasil untuk sang idola, ternyata dapat lebih berhasil lagi dengan sentuhan pribadi. Karena kita semua tahu, bahwa apa yang baik dan berhasil dilakukan orang lain, belum tentu sukses untuk diri Anda. Di sini Anda akan temukan kekurangan ataupun kelebihan dari formula idola Anda. Anda cukup menambahkan, mengurangi atau mengganti idola dengan idola lain yang sama bidangnya.

Keuntungan lain dari meniru sang idola adalah waktu. Waktu yang ditempuh oleh idola Anda untuk sukses, bisa jadi sebagai waktu yang panjang, kesabaran, juga jerih payah yang berkelanjutan, hingga ia dapat menemukan cara yang tepat atau tehnik yang langsung ke sasaran. Sedangkan dengan meniru, Anda sudah tahu ilmunya, dapat membaca langkahnya dan cukup menambahkan atau mengurangi dari apa-apa yang tinggal kita ikuti, kita tiru. Selanjutnya, perkembangan karakter yang menunjukkan bahwa Anda beda, Anda luar biasa; tidak menjadi pikiran maupun halangan, karena itu terjadi dengan sendirinya selama proses Anda belajar dengan meniru. Bahkan mungkin tanpa sadar Anda sudah menjadi diri sendiri yang berbeda dengan sang idola.

Jadi bagaimana? Cukupkah menjadi diri sendiri? Itu artinya Anda terima keadaan sekarang, terima kenyataan bahwa setelah lahir, besar, sekolah, kerja, menikah kemudian punya anak dan.. mati! Atau jangan menjadi diri sendiri? Dengan meniru idola, mengikuti langkah-langkahnya dengan menjadikan idola Anda sebagai guru sekaligus rival. Anda menjadi seorang pembelajar, dengan menjadikan orang yang Anda kagumi, sebagai kelinci percobaan Anda yang telah berhasil menjalani eksperimen, atau percobaan-percobaan dalam mencari tujuan hidup.

Tidak perlu takut dengan pikiran bahwa Anda akan menjadi sama dengan idola Anda. Karena Tuhan menciptakan masing-masing individu berbeda satu dengan lainnya, bahkan jika Anda ternyata saudara kembar dari idola Anda, maka Anda tetap Individu yang berbeda.

Jadilah peniru untuk menjadi diri sendiri, bukan langsung menjadi diri sendiri!

Salam Bahagia

Jakarta, 27 Juni 2007
Mugi Subagyo

Gagasan Idea Menaikkan Kredibiliti dan Taraf Pengarang

June 27, 2007

Semalam saya duduk berdiskusi dengan seorang pengarang mempunyai sebuah karya yang menarik dan segar ideanya. Beliau mempunyai konsep yang pada pandangan saya agak berbeza dengan karya-karya penulis lain di Malaysia.

Namun begitu satu perkara yang saya lihat kurang dalam karya ini adalah tidak mempunyai satu gagasan idea. Apakah gagasan idea? Gagasan idea adalah suatu model ataupun konsep hasil cernaan penyelidikan penulis dan disampaikan dalam bentuk tulisan. Ia mungkin suatu perkara baru ataupun perkara lama.

Sebagai contoh gagasan idea adalah ESQ. ESQ ini adalah gagasan idea yang diperkenalkan oleh seorang pengarang dan motivator Indonesia yang bernama Ary Ginanjar Augustine. Beliau menyatakan bahawa sebagai insan kita perlu memenuhi konsep ESQ Way 165. ESQ Way 165 ini adalah Emotional Spiritual Quotient yang meliputi 1 : Ihsan, 6 : Iman dan 5 : Islam. Ia disampaikan berdasarkan kajian beliau dan ditukar dalam bentuk penulisan yang cukup menarik. Ia juga digubah dalam bentuk modul latihan dan sekarang diperkenalkan di Indonesia dan Malaysia.

Apabila diterangkan mengenai gagasan idea, ramai pengarang takut hendak mengeluarkan gagasan ideanya. Mereka takut dikritik hebat oleh orang-orang lain. Pada pandangan saya kritikan adalah satu indikator bahawa penulisan kita dibaca orang. Satu karya tidak mungkin boleh memenuhi semua kehendak manusia. Ada yang suka dan ada tidak. Itu perkara biasa. Kadangkala orang yang bertanya itu sendiri sebenarnya tidak ada gagasan ideanya tersendiri. Apabila mereka melihat orang lain ada idea menarik. Mereka cuba mencari kesalahannya. Tidak salah mengkritik tetapi biarlah membina.

Penulis perlu ambil satu pepatah Tamil sebagai pegangan :

Hanya buah yang manis sahaja dibaling monyet. Hanya karya yang baik sahaja dikata orang.

Saya Gembira!!

June 26, 2007

Alhamdulillah pagi ini saya sangat gembira! Mengapa? Saya mendapat dua email daripada rakan di Indonesia. Seorang penerbit dan seorang lagi penulis terkenal Indonesia.

Penerbit ini adalah rakan kerjasama yang mana pihak PTS Millennia Sdn Bhd dalam proses negosiasi pelesenan dengan mereka. Dua buku terbaik mereka yang sudah terjual beratus ribu naskhah akan diterbitkan dalam awal tahun hadapan. Dua buku yang saya sedang baca dan teliti isinya. Penyampaiannya amat mendalam dan membumi. Saya sendiri terpesona dan teruja dengan setiap bait katanya.

Apa tajuknya? Tunggu dan nantikan kehadirannya dalam masa terdekat.

Pengarang yang menghubungi saya adalah pengarang buku bestseller Indonesia. Kedua-dua bukunya sudah berada dalam proses terjemahan. Pada pandangan saya dia ini Bapa Chicken Soup Indonesia. Mengapa? Beliau banyak mengumpulkan cerita-cerita motivasi dan inspirasi. Saya sendiri banyak mengambil panduan daripada buku karangannya ini. InsyaAllah buku tersebut akan diterbitkan sebelum hujung tahun ini. Beliau sudah tidak sabar hendak menunggu pelancaran bukunya di sini.

Senario ini menggambarkan hubungan baik antara dua negara menjadikan rantau Melayu menjadi semakin dekat dan erat. Kedua-dua negara sudah mempunyai perkara yang dikongsikan iaitu ilmu yang berguna. Peluang ini juga menjadikan Malaysia negara pengimport dan pengeksport hak cipta dikenali di rantau ini. Kerjasama dua hala ini akan memberi banyak manfaat kepada semua.

Penulis Adalah Agen Perubahan

June 25, 2007

Terima kasih saya ucapkan kepada para sahabat dan rakan penulis yang memberikan ucapan selamat hari lahir kepada saya. Saya amat menghargainya. :D
Saya melihat dunia sekeliling, banyak perkara yang berubah. Perubahan meliputi sosiobudaya, sosioekonomi, daya intelektual, etika bisnes dan pelbagai lagi. Ada yang berubah daripada baik kepada lebih baik dan ada yang sebaliknya.

Pada zaman dahulu istilah bohsia dan bohjan tidak pernah kedengaran. Sekarang bukan sekadar istilah ini wujud dan muncul, menjelma pelbagai gejala sosial seperti pelacur kelas atasan, pelacur kelas menengah, gelaran ‘pekerja sosial’ dan sebagainya.

Dahulu negara sekadar dikenali sebagai negara pertanian, sekarang menjadi negara industri. Dahulu bila sebut internet di kampung-kampung semuanya tercengang, sekarang jika tidak tahu dikatakan bangang.

Kesemua perubahan ini adalah perkara yang tidak boleh dielakkan dengan perjalanan masa dan teknologi. Cara hidup dan gaya hidup berubah.

Namun begitu sebagai seorang penulis kita harus prihatin dan peka mengenai perkara-perkara ini. Mana yang baik kita perlu jadikannya cemerlang. Mana yang buruk perlu diperbaiki.

Ramai yang melihat saluran media adalah saluran terbaik menyampaikan sesuatu maklumat ataupun perkara.

Saya melihat saluran penulisan adalah yang terbaik. Buku adalah perkara yang evergreen. Ia tidak luput dek zaman. Media massa seperti televisyen dan akhbar hanya bercerita perkara sehari sahaja. Masyarakat Malaysia mudah lupa. Perkara disebut seminggu lepas sudah tidak diingati sekarang. Tsunami tragedi paling malang di rantau ini, sekarang bisikan pun tidak kedengaran.

Buku adalah medium yang sentiasa bergerak di sepanjang zaman. Sejak daripada zaman dahulu hingga sekarang ia masih dibaca, dibelek dan dikaji.  Karya Imam Al-Ghazali yang sudah bertahun dan berzaman, masih lagi dirujuk hingga sekarang.

Penulis yang melihat kebobrokan dalam masyarakat perlu bangkit dan berjuang melalui penulisan. Lihat apa yang tidak patut dan tidak perlu. Cadangkan alternatif perubahannya. Jangan hanya sekadar menghukum. Maafkan saya jika ada yang terasa. Ramai pengarang terutamanya daripada kalangan ahli agama selalu menghukum itu tidak boleh, ini tidak boleh. Namun begitu tiada penyelesaian yang dicadangkan.

Mereka berkata orang itu dedah aurat, orang itu menyanyi tidak ingat dunia. Apakah alternatifnya di situ? Berikan alternatif kerana masyarakat dahagakan ilmu kontemporari.

Jadilah agen perubahan. Beritahu bagaimana hendak berubah. Berubah cara berfikir, ubah cara bekerja, ubah cara bercakap, ubah cara penampilan. Kesemua ini adalah ilmu yang bermanfaat bukan sahaja untuk kita sekarang tetapi untuk generasi akan datang.

Satu lagi sebelum meminta orang berubah, kita juga perlu berubah. Cara penulisan perlu berubah bersesuaian dengan zaman dan sasaran pembacanya. Jangan tulis buku agama berfalsafah tinggi untuk remaja. Jangan tulis buku ‘punk’ untuk orang dewasa. Sesuaikan. Inilah berhikmah dalam penulisan.

Apa Berlaku Selepas Usia 30 Tahun?

June 24, 2007

Hari ini adalah hari paling bermakna bagi saya. Mengapa? Sebab hari ini adalah hari ulang tahun kelahiran yang ke 30. Baru 30 tahun? Benar, baru 30 tahun. Ada orang bertanya, sudah 30 tahun? Benar, sudah 30 tahun.

Pada usia 30 tahun saya sudah mempunyai sebuah laman web sebegini yang boleh berkongsi idea, berkongsi pengalaman, berkongsi rasa dan berkongsi apa sahaja dengan semua.

Pada usia 30 tahun, saya sudah mengendalikan lebih daripada 55 bengkel penulisan dan penerbitan buku seluruh Malaysia. Berjumpa dan berbicara dengan  para penulis daripada kalangan pensyarah, penulis bebas, individu bekerjaya, penganggur dan juga remaja.

Pada usia 30 tahun saya sudah membangunkan lebih daripada 300 judul buku yang mana kebanyakannya mencecah garisan bestseller (3,000 naskhah dalam masa setahun sudah dikira bestseller bagi kebanyakan penerbit Malaysia :D)

Pada usia 30 tahun, syarikat penerbitan PTS sudah mula dikenali orang ramai. PTS Millennia Sdn Bhd juga sudah dikenali sebagai penerbitan buku bacaan popular sebagai salah satu penjenamaan dalam PTS.

Pada usia 30 tahun saya sudah memberikan khidmat nasihat kepada ratusan dan mungkin ribuan pengarang yang berminat menulis buku.

Pada usia 30 tahun saya menitipkan tulisan kepada laman web saya sendiri yang masih belum menyambut ulang tahun pertama lagi.

Dan pada usia 30 tahun saya ingin jadikan ia satu titik mula kepada segala perkara baru kepada diri saya. InsyaAllah lebih banyak tip baru yang ingin dikongsi bersama anda semua. Tip-tip lebih segar, lebih berkualiti dan memungkin anda menjadi pengarang bestseller Malaysia dan seluruh nusantara.

Doakanlah saya agar saya sentiasa segar dan sihat bagi meneruskan perjuangan ini. Amiin!!!

Hobi Hujung Minggu, Mengidam Buku

June 23, 2007

Hujung-hujung minggu ini adalah peluang yang selalu saya gunakan untuk membaca buku-buku terpilih. Terpilih bermaksud buku-buku yang saya memang idam hendak baca sekian lama. Mengapa menggunakan perkataan meng’idam’? Bukannya mengidam mengandung (walaupun perut agak jauh ke hadapan), namun begitu sebab tiada masa untuk duduk dan membukanya.

Selalunya apabila ke kedai-kedai buku ataupun pesta-pesta buku, saya akan membeli sejumlah buku yang saya minat. Ia berdasarkan senarai top 10 bestseller ataupun mendengar maklum balas mengenai buku tersebut.

Antara buku yang saya dalam proses pembacaan adalah karya Adam Khoo, “The Secret Of Self Made Millionaire”. Buku yang pada pandangan saya ditulis dengan jiwa dan perasaan membara. Setiap baik kata-katanya ditulis dengan keghairan yang tak terkata. Ini menyebabkan pembacanya rasa tidak jemu dan ingin teruskan pembacaan hingga habis.

Gelagat pembaca adalah salah satu titik jual yang harus diperhatikan oleh para penulis. Apabila kita menulis kita perlu mengambil kira semua faktor. Faktor isi, faktor nilai dan banyak lagi.

Cuba kita buat ujian minat membaca terhadap buku yang ditulis. Uji terhadap isteri, rakan-rakan, saudara mara dan sesiapa sahaja. Lihat cara mereka baca. Rasa pandangan mereka. Minat ataupun tidak. Jika maklum balasnya negatif, cuba lihat bagaimana menjadikannya positif. Apabila sudah positif, tingkatkan kualiti penulisan. Inilah cara penulis bestseller.

Bengkel Penulisan Novel Islami Popular (PENDAFTARAN DITUTUP!)

June 22, 2007

Pihak PTS Millennia Sdn Bhd dalam proses mencari bakat-bakat penulis yang berminat bekerjasama dengan pihak kami bagi menghasilkan novel Islami. InsyaAllah dalam masa terdekat pihak PTS Millennia akan menganjurkan satu bengkel khusus bagi melatih bakat-bakat ini mengenai dunia penulisan novel Islami popular.

Bengkel tersebut akan dikendalikan oleh saudara Faisal Tehrani, seorang sasterawan muda yang meningkat naik. Kepada sesiapa yang berminat menyertai bengkel ini, boleh menghantarkan email kepada Cik NurulHafizah Mokhtar di email nurulhafizah@pts.com.my ataupun terus menghantarkan diskusi di ruangan artikel ini.

Tarikh dan tempat akan dimaklumkan kemudian. Terima kasih.

PENDAFTARAN DITUTUP! 

Perjuangan Penulis Menjadikan Karya Bestseller

June 21, 2007

Dr. Rhenald Kasali dalam kata pengantar buku tulisannya yang menjadi fenomena di Indonesia berkata :

 Saya mengalami sejumlah dilema : Melakukan publikasi internasional yang berguna untuk karier saya sebagai academician, atau mengolah konsep-konsep itu dan memberi sentuhan kontekstual pengalaman dan pengamatan profesional untuk kepentingan bangsa saya yang sedang kehilangan arah?

Kata-kata ini sekarang sudah menjadi sejarah. Karyanya terhasil dan menjadi fenomena baru di Indonesia. Jualannya amat baik mencecah ratusan ribu naskhah di sana.

Kata-kata beliau menunjukkan betapa beliau sebenarnya amat prihatin dengan keadaan yang dihadapi oleh masyarakatnya di Indonesia. Keadaan ekonomi yang terumbang ambing, kadar kemiskinan yang meruncing, perusahaan bisnes sukar berubah menjadikan idea penting dalam penulisannya.Perjuangannya ini menjadikan beliau amat ghairah dalam penyelidikannya hingga setiap sudut lapisan permasalahan diteliti. Ini menjadikan karyanya amat membumi.

Kita tidak tahu adakah wujud karya yang sebegini dalam Malaysia. Karya yang dibuat dan ditulis oleh ahli akademik, mengkaji permasalahan masyarakat, menilai kegoyahan ekonomi dan akhirnya memberikan jalan keluar kepada masyarakat. Mungkin ada dalam bentuk artikel tetapi kurang dalam bentuk buku. Apabila diminta begini mereka berkata ini karya bukan akademik, jadi sukar untuk kenaikan pangkat. Adakah pangkat yang dikejar ataupun akhirat yang dikejar?

Kita meneliti beberapa karya bestseller dunia seperti karya Norman Vincent Peale, Stephen R. Covey dan ramai lagi. Kesemuanya mempunyai perjuangan mereka yang tersendiri. Perjuangan penuh tekad dan azam menjadikan mereka pakar dalam bidang mereka. Penghasilan karya mereka berdasarkan penyelidikan mendalam bertahun-tahun lamanya.

Para penulis kita harus ke arah itu. Penulisan bukan sekadar untuk nama dan wang ringgit. Namun begitu lebih daripada itu, untuk ummah keseluruhannya. Seperti falsafah yang selalu dipegang oleh PTS,

Buat kerja baik, InsyaAllah rezeki ikut kita di belakang.

PS: Buku-buku Rhenald Kasali, Change dan Re Code akan diterbitkan oleh PTS Millennia Sdn Bhd tidak berapa lama lagi. Nantikan kehadirannya.

Next Page »